nah ini ada macromedia flash yang aku ambil dari teman-temanku :):) MEIRIANA ALFIYAH
Dilihat dari jam tangan dan kalender didinding, ternyata buatan saya tidak selesai dikarenakan (hhhaa) sibuk ujian dan skripsi akhirnya saya ambil dari mereka
MATERI DISKON Download
Semoga bermanfaat :):)
Sabtu, 12 Januari 2013
Keajaiban Matematika
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini
Jika 101%
Jumat, 11 Januari 2013
Kamis, 10 Januari 2013
Pendidikan Anak dalam Keluarga
Salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H-
143 H
yaitu Ibnu Muqaffa merupakan pengarang
Kitab Kalilah dan Daminah yang mengatakan bahwa: “Pendidikan itu ialah yang kita
butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita
seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai
peradaban yang tinggi yang merupakan santapan akal dan rohani.”
Peran orang tua memberikan
banyak pengaruh bagi perkembangan anaknya. Berbagai macam pengaruh yang sengaja dipilih untuk membantu sang
anak demi perkembangan jasmaninya, akalnya, dan akhlaknya, sehingga secara
perlahan sampai kepada batas
kesempurnaan maksimal yang dapat dia capai, sehingga anak merasa senang dalam kehidupannya sebagai individu dan dalam kehidupan
kemasyarakatan (sosial)
dan setiap tindakan yang ke luar daripadanya, menjadi lebih sempurna, lebih
tepat, dan lebih baik bagi masyarakat.
Dalam hal ini pendidikan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1.Pendidikan akal (intelektual)
2.Pendidikan jasmani
3.Pendidikan akhlak (moral)
1.Pendidikan akal (intelektual)
2.Pendidikan jasmani
3.Pendidikan akhlak (moral)
Kata keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga
"kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok
kerabat". Keluarga adalah sebuah wadah di mana terdapat beberapa orang yang memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarga inti ("nuclear family") terdiri dari ayah, ibu, dan
anak-anak mereka.
Keluarga adalah suatu kelompok kecil dalam masyarakat
yang terdiri dari suami, istri, dan juga
anak-anak yang senantiasa menjaga rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi
segala suka duka hidup. Dalam keluarga tersebut
memiliki peranan penting setiap komponen. Menurut ajaran Islam, bahwasanya anak adalah amanat Allah. Amanat wajib
dipertanggungjawabkan. Jelas, tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah begitu
mudah. Secara umum Allah
memerintahkan :
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan neraka”. [Al Ayah]
Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa telah datang kepada
Aisyah seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil. Aisyah memberikan tiga
potong kurma kepada wanita itu. Diberilah oleh anak-anaknya masing-masing satu,
dan yang satu lagi untuknya. Kedua kurma itu dimakan anaknya sampai habis, lalu
mereka menoreh kearah ibunya. Sang ibu membelah kurma (bagiannya) menjadi dua,
dan diberikannya masing-masing sebelah kepada kedua anaknya.
Nabi Muhammad SAW datang, lalu diberitahu oleh Aisyah tentang hal itu. Nabi
Muhammad SAW bersabda :
“Apakah yang mengherankanmu dari kejadian itu, sesungguhnya Allah telah
mengasihinya berkat kasih sayangnya kepada kedua anaknya”.
Dari uraian tersebut jelaslah
bahwa: (1) kewajiban bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya, dan (2)
kewajiban itu hal yang wajar
(natural) karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya
sejak lahir.
Secara jelas mengingatkan para orang tua bahwa berhati hatilah memberikan pola asuh dalam memberikan pembinaan keluarga sakinah, seperti yang
termaktub dalam QS Lukman ayat 12 sampai 19. Jika ayat tersebut dikaji lebih
lanjut, maka kita akan menemukan beberapa
point-point penting diantaranya adalah :
- Pembinaan jiwa oran tua
- Pembinaan akidah anak
- Pembinaan jiwa social anak
Sumber: http://khadijahtabrani.blogspot.com/2012/05/pendidikan-anak-dalam-keluarga.html
Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia
Kita sebagai orang tua
seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar
sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan
lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar
tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?
Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah
saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita
ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa
inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya.
Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.
Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah
juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi.
Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak
kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu
memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!
Maksud saya, pendidikan karakter
penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa
kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya
justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada
tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.
Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu
tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya
bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter
adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun
dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap
akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa
pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir,
dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya
untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?
Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai
normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman
pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri
dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang
teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko
setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak
didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri
tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan
kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa
yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas
komitmen yang dipilih.
Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter
akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan
kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Berdasarkan penelitian di Harvard
University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak
semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan
kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola
diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan,
kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80
persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui
pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.
Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak
didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal
yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk
mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan
apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan
mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak
didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas
pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan
pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita
terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada
pilihan tersebut.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.
Sabtu, 22 Desember 2012
Sekilas 5cm
"Diatas awan puncak tertinggi Jawa
5 sahabat, 2 cinta, sebuah mimpi
mengubah segalanya" #5cm
Pemain 5cm Herjunot Ali sebagai Zafran, Raline Shah
sebagai Riani, Fedi Nuril sebagai Genta, Pevita Pearce sebagai Arinda, Denny
Sumargo sebagai Arial dan Igor Saykoji sebagai Iyan.
Ranukumbolo
tempat paling cantik di 5cm
Minggu, 25 November 2012
Lirik lagu Dia Sammy Simorangkir
Dia hanya dia di duniaku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku
Sungguh sebuah tanya yang terindah
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Langganan:
Postingan (Atom)




